Wajah Baru – Agustus 2014

Seiring dengan adanya waktu luang di luar kesibukan sebagai penerjemah (penerjemah dan juru bahasa, juga editor) saya meluangkan waktu untuk belajar kembali.

Salah satu keutamaan seorang profesional menurut saya adalah kesungguhannya untuk terus belajar, memperbaiki kemampuan yang sudah dimiliki sehingga menjadi lebih baik lagi – klise. Begitulah.

Saat ini saya berkesempatan untuk membenahi situs web saya ini. Tujuan utamanya adalah selain karena adanya waktu luang, saat ini jika seseorang sedang “online”, tidak melulu di depan desktopnya atau laptopnya.

Bisa saja mereka melihat berita terbaru ataupun mencari berita gosip melalui perangkat bergeraknya, baik itu tablet semisal iPad, ataupun melalui perangkat seluler berplatform iOS maupun Android.

Seiring dengan kondisi ini, saya tentunya berpikir apakah situs web saya bisa dilihat melalui perangkat selain yang konvensional yakni selain dari desktop atau pun laptop?

Menurut berita ini, tentu beralasan jika saya harus membenahi situs saya.

Bagaimana dengan Anda?

Beranda

Create your online store and start selling. Try it free at Weebly.com!

Cari Penerjemah Inggris Indonesia – Google Siap Membantu

Apabila Anda sedang mencari penerjemah Inggris Indonesia, tidaklah sulit saat ini. Dengan mesin pencari bernama Google, Anda akan mudah mendapatkannya.

Kata kunci: "Cari Penerjemah Inggris Indonesia"
Kata kunci: “Cari Penerjemah Inggris Indonesia”

Diperlukan kata kunci yang tepat: “Cari Penerjemah Inggris Indonesia” dan Anda akan mendapatkan yang Anda cari. Tentu ada beberapa langkah lagi sebelum Anda mendapatkannya yakni menghubungi yang Anda butuhkan via email, SMS, atau menghubungi via telepon yang Anda cari.

Selain itu Anda perlu menjelaskan apa yang Anda cari apakah penerjemah atau juru bahasa (atau dengan kata lain apa seorang translator ataukah interpreter) dan menjelaskan kebutuhan Anda.

Setelah proses ini, saya rasa akan mudah. Selamat mencari.

Peralatan Penerjemah “Tools of the trade”

Sudah lama saya tidak menulis, dan kali ini terlintas di pikiran saya mengenai peralatan seorang penerjemah profesional.

Sebagai seorang penerjemah profesional, Anda dituntut untuk memiliki peralatan yang memadai. Hal ini dapat diterjemahkan sebagai memiliki peralatan yang terbaik.

Bagi seorang profesional, di dalam bidang apa pun termasuk penerjemahan, mengeluarkan biaya untuk peralatan tentu ada perhitungannya. Jika Anda baru memulai tentunya juga pertimbangkan peralatan yang sesuai dengan kantong Anda. Dan bagi seorang penerjemah profesional yang sudah malang melintang, peralatan yang terbaik adalah sebuah keharusan.

Peralatan pertama bagi penerjemah profesional tentunya adalah sebuah komputer, baik itu sebuah Desktop atau pun Notebook/Laptop, maka Anda pasti perlu juga pertimbangan lain. Dalam hal ini tentu spesifikasi komputer yang Anda perlukan.

Bagi yang mobilitas tinggi saya sarankan komputer jinjing yang Anda perlukan atau sebuah Notebook atau Laptop.

Ada banyak merek, dan jenis yang ada. Yang perlu Anda pertimbangkan adalah anggaran dan keperluan Anda dalam melakukan penerjemahan.

Jika Anda hanya terbiasa menerjemahkan dengan Microsoft Word dan keluarganya, saya rasa Anda cukup memiliki spesifikasi yang tidak terlalu tinggi. Tidak terlalu tinggi bukan berarti murmer alias murah meriah, karena ada kalanya Anda akan meningkatkan diri dalam peralatan atau dengan kata lain upgrade.

Penerjemah Indonesia – Menjadi seorang profesional

Sebagai penerjemah profesional, sebuah kata asing, mungkin, saya selalu punya pandangan positif aka selalu berupaya untuk optimistik. Dalam tulisan saya kali ini saya ingin berkata-kata positif sebagai penerjemah.

Mengapa optimistik dan berupaya berkata-kata positif?

Sebagai penerjemah Indonesia, dan seseorang yang berprofesi sebagai penerjemah profesional, saya ingin optimisme saya menular kepada siapapun. Maka dari itu pancaran keoptismismean saya ini saya tuangkan dalam tulisan ini.

Sebagai seorang penerjemah profesional, saya ingin 2013 menjadi tahun yang baik bagi saya. Tentu untuk dapat melihat hal ini tahun 2012 juga perlu saya jadikan rujukan untuk melangkah ke 2013 dengan optimisme yang tinggi.

Mari kita longok dulu video ini dari Youtube.com.

HOME

Refleksi akhir tahun 2012

Bulan Desember dalam penanggalan Masehi adalah bulan terakhir. Lazim dalam hal ini adalah refleksi akhir tahun. Mengapa? Ya untuk mengukur dan mencari kebaikan dan ketidakbaikan yang telah dilakukan agar ketidakbaikan dapat menjadi baik dan kebaikan menjadi lebih baik lagi.

Umumnya juga menjelang periode baru ada rencana-rencana baru yang dipaparkan untuk diimplementasikan. Cara terbaik perencanaan ini adalah dengan mencari panutan. Panutan bisa dipadupadankan dari beberapa narasumber.

Mengenai panutan ini di bidang penerjemahan kian banyak yang dapat dijadikan contoh. Asal kita dapat mencari dan memilih yang kita anggap dapat dijadikan model terbaik.

Jadi, akhir tahun ini mari kita lakukan pencerminan, perencanaan dan penelusuran model agar menjadi lebih baik.

Sebagai penerjemah profesional, dan juga sebagai juru bahasa profesional, aktivitas semacam ini dapat kita lakukan demi memperbaiki profesi kita bersama. Mari menjadi lebih baik dan berbagi.

Mari!

Lydia Callis – Bintang Juru Bahasa Isyarat Kota New York

Siapa tak kenal Michael Bloomberg. Selain pengusaha ia juga walikota New York. Sebagai pejabat publik Bloomberg juga mempekerjakan juru bahasa, terutama untuk mempermudah penyebaran informasi, tak terkecuali mempekerjakan juru bahasa isyarat.

Juru bahasa isyarat yang dipekerjakan adalah Lydia Callis.

Berikut adalah profil tentang dirinya di youtube.

Source

Semoga di Indonesia juga ada apresiasi yang sama tentang profesi yang masih “gelap” ini.

Ahli ilmu bahasa aka linguis – Linguist

Per definisi dalam KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, linguis adalah

ahli ilmu bahasa, ahli linguistik.

Menyebut diri sebagai penerjemah kadang mau tapi terkendala dengan sebuah pertanyaan: berapa banyak bahasa yang dikuasai?

Jadi, istilah linguis lebih saya senangi untuk menyebut diri, tetapi terkadang juga agak berat menamai diri sebagai seseorang yang “ahli”.

Namun tulisan yang di bawah ini membuat hati saya agak lega. Saya ambil yang di bawah ini dari buku David Crystal.

Being a linguist – “Just A Phrase I’m Going Through: My Life in Language” by David Crystal

Saya bisa ‘ngeles’ seperti penjelasan di atas bahwa cukup hanya dengan menguasai satu bahasa seseorang bisa menyebut diri sebagai linguis.

Tapi, seandainya saya bisa menguasai bahasa-bahasa asing selain bahasa Inggris, atau bahasa yang lain tentu saya ingin sekali melakukannya. Beberapa bahasa lain yang ingin saya pelajari adalah Bahasa Arab, Bahasa Prancis, Bahasa Jerman, dan mungkin Bahasa Spanyol.

Doakan saja, semoga saya diberikan energi untuk terus belajar bahasa dan menguasai lebih dari satu bahasa asing.

On Hajj Pilgrimage

Hi ALL,

I just want to let you know that as of 16th October 2012 until 16th November 2012 (1433 H – Islamic Calendar), I won’t be able to assist you with your projects, as I will be on Hajj Pilgrimage to Mecca.

Business will be as usual on the 19th November 2012.

I do apologize for the inconvenience.

Thank you for understanding.

Best regards,
Harry Hermawan

www.penerjemah-indonesia.com
www.harryhermawan.com

Kartu anggota Himpunan Penerjemah Indonesia

Sebagai profesional yang bergerak di bidang kebahasaan, tepatnya sebagai Penerjemah Indonesia pasangan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, akan sangat baik jika kita tidak sendirian.
Ketidaksendirian ini ditampung dalam wadah bernama Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI).

Dalam mewujudkan ikatan keanggotaan ini HPI mengeluarkan kartu keanggotaan.

Di bawah ini adalah wujud keanggotaan tersebut.

Tentu ada lagi wujud ikatan keanggotaan para pengikut dalam himpunan ini yakni partisipasi aktif dalam kegiatannya yang rutin diadakan oleh pengurus.

Mari sebagai penerjemah profesional kita saling merangkul bersatu agar profesi semakin diperhitungkan oleh masyarakat luas.

Lanjutkan!

‘Venue’, Gelanggang, atau Arena?

Setiap pagi rutinitas saya adalah membaca berita dari koran atau lewat penelusuran di Internet.
Saya menemukan berita tentang SEA Games.

Berikut berita yang saya maksud.

Saya merasa ‘venue’ adalah bahasa Inggris, setidaknya jika belum ‘resmi’ dianggap sebagai bahasa Indonesia, penulisannya dalam bentuk ‘italics’ atau dimiringkan. Saya ingin memastikan, lalu saya coba mencari kata tersebut.

Lema atau entri ‘venue’ saya coba cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia lewat ‘online’. Tapi, tidak saya dapatkan.

Kemudian, saya masukkan entri ini ke dalam dictionary.reference.com, saya dapatkan yang berikut

Saya coba tesaurusnya, saya dapatkan yang berikut ini:

Tapi yang paling membuat hati lega adalah tautan ini

Saya sependapat dengan penulis.

Jadi, kita punya tiga pilihan untuk menyebut tempat berlangsungnya suatu pertandingan: ‘venue’, gelanggang, atau arena, tergantung mau bergaya barat atau lebih berwarna Indonesia.

Suka-suka bukan? Ya, donk

Kekerabatan (Facebook) Bahasa Indonesia

Facebook versi bahasa Indonesia perlu penyempurnaan. Kenapa? Begini, adik perempuan saya (little sister) mengirimkan “Peninjauan”, di Facebook milik saya. Saya klik dan di dalamnya terlihat berikut ini:

Ya, karena tidak ada pilihan, saya tinggalkan… dulu seingat saya pernah dibuat atau ada fitur ini tapi, mungkin dalam berbagai perubahan-perubahan fitur ini tidak masuk atau terlambat terbarukan.

Ya, saya berharap saja ini dilihat…dan diperbaiki… pesan buat Facebook, jangan cepat-cepat berubah… cape ngikutinnya…

Facebook…lanjutkan

Siri (software) vs Siri (Indonesian)

Siri on: “iPhone 4S lets you use your voice to send messages, schedule meetings, place phone calls, and more. Ask Siri to do things just by talking the way you talk. Siri understands what you say, knows what you mean, and even talks back. Siri is so easy to use and does so much, you’ll keep finding more and more ways to use it.” (More on Siri: 1, 2)

Siri according to Indonesian Monolingual Standard Dictionary (KBBI) is:

n 1 Antr sistem nilai sosiokultural kepribadian yg merupakan pranata pertahanan harga diri dan martabat manusia sbg individu dan anggota masyarakat dl masyarakat Bugis; 2 keadaan tertimpa malu atau terhina dl masyarakat Bugis dan Makassar: penikaman bermotif — meningkat di daerah itu

Google Translate help on siri’s definition (machine translation):

n 1 Antr sociocultural value system of personality who is the defense of institutions of self-esteem and human dignity as individuals and members of the Bugis community dl; 2 state affected public embarrassment or humiliation dl Bugis and Makassar: stabbing motif – an increase in the area

Check with a professional translator via this Portal for a more refined rendering.

Anyway, there is another meaning to siri that most Indonesians are aware, siri means “nikah di bawah tangan“. This has a negative meaning for some, some may see it positively, and for the other somes, this may have a neutral meaning. Who knows? I haven’t done any surveys, so I’ll let the experts or corporations do the survey, and then you’ll get the drift.

So, corporations, (I guess this software is not aimed solely for Indonesia, is it?), for Indonesia please consider naming names for our sake. Does siri aim for Indonesians? Well, I guess not. Or maybe yes? Well… I can’t make my mind up, since I haven’t got an iPhone. Do I need one? Well… I wish I had.

Kata, frasa, kalimat, wacana

Di bawah adalah beberapa kata atau sebuah daftar ringkas yang menjabarkan makna rujukan yang telah diambil dan dapat dilihat di KBBI.

kata:
ka·ta (n)
1 unsur bahasa yg diucapkan atau dituliskan yg merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yg dapat digunakan dl berbahasa;
2 ujar; bicara;
3 Ling
a morfem atau kombinasi morfem yg oleh bahasawan dianggap sbg satuan terkecil yg dapat diujarkan sbg bentuk yg bebas;
b satuan bahasa yg dapat berdiri sendiri, terjadi dr morfem tunggal (msl batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (msl pejuang, pancasila, mahakuasa);

frasa:
fra·sa (n) Ling gabungan dua kata atau lebih yg bersifat nonpredikatif (msl gunung tinggi disebut frasa krn merupakan konstruksi nonpredikatif);

kalimat:
ka·li·mat (n)
1 kesatuan ujar yg mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan;
2 perkataan;
3 Ling satuan bahasa yg secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa;

wacana:
wa·ca·na (n)
1 komunikasi verbal; percakapan;
2 Ling keseluruhan tutur yg merupakan suatu kesatuan;
3 Ling satuan bahasa terlengkap yg direalisasikan dl bentuk karangan atau laporan utuh, spt novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah;
4 Ling kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat;
5 pertukaran ide secara verbal;

“Car Free Day” or “No Car Day”

Check the video…

What would be the best title for the video above?

1. Car Free Day or
2. No Car Day?

Which makes more sense? The first one or the second when it is meant what the video plays? To get the gist of the narration? Or the essence of the video? Which?

according to online sources:

car: –noun
1. an automobile.
2. a vehicle running on rails, as a streetcar or railroad car.

car: a road vehicle, typically with four wheels, powered by an internal-combustion engine and able to carry a small number of people:we’re going by car

car: a : a vehicle moving on wheels: as a archaic : carriage, chariot b : a vehicle designed to move on rails (as of a railroad) c : automobile

as for “free” click on the three links to see more elaboration…
free (Merriam-Webster)
free (dictionary.com)
free (Oxford Dictionary)

So, your best answer for the title of the video?
Answer: one. Makes sense right, if title one is chosen.

I guess the people who came up with the phrase “Car Free Day” should look and think again, maybe to the East i.e. China. And, paraphrase it to “No Car Day” if the meaning or what is being put forward is not what has been nicely put into moving picture as above. Well, maybe not just the East, maybe common sense would do here.

As for Bahasa Indonesia, would we still use “Car Free Day” and “Hari Bebas Kendaraan” or “No Car Day” and “Hari Tanpa Kendaraan”?

Antara News : “Car Free Day” Jakarta Jadi Dua Kali Sebulan
Lahirnya Kebiasaan Baru Warga Kota – KOMPAS.com
Tempointeraktif.Com – Jadwal Hari Bebas Kendaraan Bermotor Tahun 2011

We know the answer, right?

Dwell on it.

Penerjemahan Kini

Penerjemahan kini telah menjadi sebuah lahan yang menarik bagi mereka yang terlanjur cinta dengan kebahasaan.

Dengan asosiasi bernama Himpunan Penerjemah Indonesia, sebagai wadah resmi dan Bahtera yang informal, sektor ini yang dapat dikatakan masuk ranah layanan, mendapat tempat di hati dan kantong masyarakat.

Di hati, semakin banyak individu yang berminat, terjun dan berkecimpung di dalamnya, serta bersusah dan bersenang di sini. Kantong: banyak dari para penerjemah ini yang telah mengglobal dan mendapatkan imbal untuk membuat dapur tetap mengepul alias mendapatkan pemasukan yang cukup memadai. Bahkan ada berita seorang penerjemah dapat membeli sebuah mobil keluarga mungil yang baik secara kontan dari menangani satu proyek penerjemahan. Bayangkan!

Ini bukan isapan jempol belakang. Lagi-lagi ada berita yang dapat dipercaya, hasil dari berkecimpung di dunia ini seorang penerjemah profesional dapat membeli rumah kedua.

Ada berbagai faktor yang dapat membuat bidang ini cukup berkembang yakni para individu yang dengan motto asih, asah, asuh membuat individu-individu cemerlang lain datang untuk turut membantu membesarkan dan memberikan makna lebih tinggi bagi bidang ini. Ibarat gula yang dikerubungi semut-semut, industri, kalau boleh dikatakan demikian, juga wujud karena besarnya pasar di Indonesia bagi produk global.

Demikian juga dahsyatnya internet, peran Google turut juga berkontribusi terhadap berkembangan penerjemahan atau istilah lainya localization alias lokalisasi (bagusnya pelokalan karena lokalisasi sudah mendapat tempat sebagai makna lain).

Bagaimanapun juga, cerita singkat dan non-akademik ini dapat membukakan pintu di hati dan pikiran semua yang berkepentingan.

Semoga.

‘Night and Day’ – Malam dan Siang

Ada sebuah paradigma yang kurang lebih berbunyi seperti ini, “malam…tidur untuk istirahat” dan “siang untuk bangun berusaha”.

Tentu, kaidah ini bagi sebagian kurang mengena, tapi bagi saya ini justru sangat mengena.

Tubuh kita ini ada batasnya. Pada umumnya, siang hari di mana pun di dunia ini, penerangan dari matahari membuat tubuh berfungsi sesuai batasnya. Tubuh yang memiliki mata, dan panca indera dapat difungsikan dengan baik untuk beraktivitas untuk bangun dan berusaha.

Sebagai penerjemah yang mengglobal, yakni klien dan pelanggannya berada di luar Indonesia, batas waktu terkadang menggoda diri untuk memaksa batas tubuh melayani permintaan.

Dengan kata lain, apabila kita di Indonesia sudah mencapai waktu malam hari, di belahan lain di dunia, kegiatan untuk berusaha baru saja dimulai, tentu konsekuensinya, terkadang kita harus memiliki jam biologis dengan irama klien atau pelanggan. Dan paradigma tersebut harus kita kompromikan, untuk beberapa kali mungkin bisa ditolerir.

Namun, untuk selamanya tubuh berfungsi, saya sangsi. Jangan paksakan.

Formula ini mungkin akan pas untuk mereka yang baru memulai. Ada istilah “mengalong” menjadi kalong, di kalangan para penerjemah. Menjaga gawang demi sesuap nasi dengan mengalong di malam hari, menanti permintaan dan mengatasinya dengan pasokan di malam hari juga. Ini perlu dicoba untuk bisa menggulirkan karier di bidang ini. Tapi, tuntutan tubuh juga perlu diperhatikan.

Semoga paradigma yang abadi ini bisa kita implementasikan dalam menjalankan kegiatan berusaha ini.

Mari!

Gula-gula

Arti gula-gula menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:

gu·la-gu·la n 1 penganan yg dibuat dr gula; permen; 2 cak ki segala yg menyenangkan hati; 3 cak ki perempuan yg diperlakukan untuk bersenang-senang; gundik; 4 ki pria ataupun wanita yg diperlakukan sbg suami ataupun istri oleh lawan jenisnya tanpa ikatan perkawinan yg sah menurut adat dan hukum yg berlaku dl masyarakat;

Ada acara masak memasak atau program TV di salah satu televisi swasta dengan judul tersebut. Acara ini diasuh oleh Bara Pattiradjawane.

Pada awalnya konsep acara memang tepat. Membuat sesuatu yang berhubungan dengan makanan berbahan dengan sesuatu yang manis alias dengan memakai gula. Namun, setelah dilihat adanya animo masyarakat terhadap acara ini maka sepertinya konsep makanan yang diusung agak bergeser. Makanan yang dimasak menurut saya sudah jauh dari berbahan dasar gula.

Saat saya bertanya pada anak saya, “Acara gula-gula sudah tidak manis lagi ya?”
“Ya, sudah asin!”

Tapi mungkin begitulah. Semoga ya Bung Bara…

Semoga acara yang serupa bisa lahir kembali dengan konsep kata yang bisa lebih luas. Soalnya saya juga penggemar acara ini tapi…

Interpretasi Ala Kadarnya: Maknyus dan Top Markotop

Kedua istilah ini populer sejak Bondan Winarno, pembawa acara kuliner di salah satu TV swasta di Jakarta sering mengucapkannya untuk mengekspresikan kelezatan makanan.

Saya bukan salah satu orang yang suka menonton TV, tapi anak sayalah yang suka.

Anak saya ini seringkali menonton acara ini di TV.

Dari sini, dia sering mendengar kedua bunyi khas tersebut. Dari pengamatannya interpretasi atas kedua ujaran ini bermakna bahwa bila ada makanan yang dimakan Pak Bondan memang lezat maka keluarlah kata-kata ini. Jadi ini bisa masuk kategori kata-kata dalam peristilahan kuliner kita.

Yang menarik bagi saya adalah interpretasi yang keluar dari pemikiran anak saya, bahwa keduanya saling berurutan.

Maknyus adalah ucapan yang paling tertinggi berada dalam tataran enak atau kurang enaknya makanan.

Yang kedua, Top Markotop untuk urutan kedua dari Maknyus.

Saya hanya tersenyum mendengar jawaban anak saya ini.

Semoga anakku bisa juga memberikan makna khusus terhadap apapun yang ingin diekspresikannya.

Semoga.

Moratorium

Ada sebuah kata yang memaksa saya membuka referensi dan rujukan via online alias dalam jaringan.

Kata ajaib ini juga menjadi populer setidaknya di media (baik cetak, elektronik, atau internet) karena ada sebuah peristiwa yang tidak baik yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar Indonesia.

Seiring dengan kejadian memilukan ini kata moratorium semakin didengungkan oleh mereka yang berkecimpung dalam urusan yang membawa duka para TKI.

Kata ini adalah moratorium.

Jika kita lihat banyak kata yang dipungut ke dalam Bahasa Indonesia jika ditelusuri berasal dari bahasa Latin. Moratorium diadopsi oleh bahasa Inggris dan masuk ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris. Menurut keterangan di tahun 1875-lah kata moratorium dicatatkan.

Saya kutip hasil penelusuran berikut ini:

moratorium
1875, originally a legal term for “authorization to a debtor to postpone payment,” from neut. of L.L. moratorius “tending to delay,” from L. morari “to delay,” from mora “pause, delay,” originally “standing there thinking.” The word didn’t come out of italics until 1914. General sense of “a postponement, deliberate temporary suspension” is first recorded 1932.

sumber

Sekilas keterangan ini merujuk kepada istilah penundaan dan juga mereferensikan perkembangan keberterimaan kata ini dalam bahasa Inggris.

Mari kita lacak kata ini dalam kamus berbahasa Indonesia:

mo·ra·to·ri·um n 1 penangguhan pembayaran utang didasarkan pd undang-undang agar dapat mencegah krisis keuangan yg semakin hebat; 2 penundaan; penangguhan: negara itu memutuskan untuk memperpanjang — uji coba senjata nuklir
sumber

Pertama kali mendengar kata ini saya langsung menghubungkan moratorium dengan kematian entah darimana kata kematian bisa muncul, beruntung saya tidak lagi dihinggapi kemalasan intelektual dan segera mencari tautan untuk memastikan kata moratorium ini.

Semoga bermanfaat.

 


 

Leasing – Sewa Beli

Banyak orang Indonesia berkeyakinan bahwa jika ada sebuah kata dari bahasa Inggris dan/atau bahasa asing lain datang untuk hadir di Indonesia setidaknya kata atau konsep tersebut mengalami sebuah proses pengindonesiaan, menjalani pengalamian ke bahasa Indonesia. Istilah ini bisa juga kita sebut pelokalan (localization) yang berasal dari kata dasar lokal.

Caranya dapat berupa sebuah padanan kata dari bahasa Indonesia yang memang telah ada, atau dipungut dari kata-kata yang berasal dari bahasa daerah di Nusantara (kata menarik lain untuk sebutan negeri ini, Indonesia).

Atau bahkan kata asing tersebut dilafalkan dalam ejaan bahasa Indonesia. Dan, kemungkinan terakhir dapat berupa pemungutan atau penyerapan kata dari asalnya tanpa perubahan sama sekali.

Buy/rent-beli/sewa;
download/upload-unduh/unggah;
apple/computer-apel/komputer;
radio/robot-radio/robot.

Ada sebuah kata dari bahasa Inggris yaitu: leasing yang bermakna: “An agreement that permits one party (the lessee) to use property owned by another party (the lessor). The lease, which may be written either for a short term or for a long term, often results in tax benefits to both parties.”

Dari sumber berikut leasing berarti: “perjanjian penyediaan barang modal, baik secara sewa-guna usaha tanpa hak opsi…”

Intinya adalah sebuah perjanjian atau “an agreement” yang tentunya ada konsekuensi hukum.

Kata “leasing” berasal dari kata “lease” yang berarti “a contract renting land, buildings, etc., to another; a contract or instrument conveying property to another for a specified period or for a period determinable at the will of either lessor or lessee in consideration of rent or other compensation. “

Kata yang di atas ini berkelas kata nomina.

Untuk makna yang berkelas kata verba, sinonim “lease” adalah: “charter, hire, let, loan, rent out, sublease, sublet”.

Dari keterangan di atas sebenarnya sudah ada yang memadankan kata leasing dengan istilah “sewa guna usaha”.

Dari segi pemadanan kata ke bahasa Indonesia kata leasing adalah satu kata sementara kata tersebut dalam bahasa Indonesia memerlukan tiga kata.

Ada baiknya, perlu memungut kata daripada memadankan kata ini yang membawa kita kepada sebuah pertanyaan apa bedanya sewa guna usaha dengan sewa?

Untuk menjawab pertanyaan di atas ada baiknya membaca tautan berikut ini.

Further reading 1

Further reading 2
Further reading 3
Bacaan lanjutan 1
Bacaan lanjutan 2

Reserse (rechercheur)

Reserse berkelas kata nomina dan memiliki arti:
re·ser·se /resérse/ n polisi yg bertugas mencari informasi yg rahasia; polisi rahasia;

Dalam kamus Alan Stevens, reserse berkonotasi sebuah nomina yang berhubungan dengan polisi atau “criminal investigation department”. Jika ditambah kata “seorang” maka lema ini bermakna “plain clothesman or detective”.

Saya rasa kata “reserse” ini dipungut dari kata asalnya yang berbahasa Belanda: “rechercheur”
“seorang perwira polisi yang melakukan investigasi kejahatan” – a police officer who investigates crimes.

Dan, Google Translate (sebuah penerjemahan berbasis mesin), mengatakan “police detective” sebagai “rechercheur bij de politie”.

Jadi, adakalanya kata yang dipungut dalam bahasa Indonesia tidak melulu dari bahasa Inggris. Namun, dengan derasnya pengaruh dari Amerika Serikat (AS) yang berbahasa Inggris (dalam hal ini saya mengatakan demikian karena Google adalah simbol AS dengan Google Translate) maka reserse mengalami perubahan ke arah polisi detektif. Setidaknya pengaruh si Google ini.

Tapi, kata reserse sudah melekat pada institusi negara, yakni institusi kepolisian, saya harap kata reserse tetap dipakai. Tapi siapa tahu kata reserse dapat berganti menjadi polisi detektif jika institusi kepolisian menyerapnya dari asal kata “police detective”.

Kita lihat saya nanti.

Business card (Kartu nama)

Business card, berkelas kata nomina yang punya makna:

a small card on which is printed, typically, a person’s name, job title, firm, business address, and telephone number.

Atau Kartu nama (nomina):
kartu (kecil) yang bertuliskan nama dan alamat rumah (kantor dsb) seseorang

adalah sebuah kebutuhan.

Sebagai seorang profesional, kartu nama ini janganlah dianggap sepele. Dalam arti sepele Anda memproduksi kartu nama secara gratis lalu dibagikan kepada pengguna jasa potensial yang bila diberikan kartu nama gratisan akan berkonototasi terhadap pemberian kartu nama itu dengan:

1. saya bukanlah seorang yang bergerak dalam bisnis profesional
2. saya tidak peduli dengan bisnis saya
3. saya tidak mengganggap pelanggan saya dengan serius bahkan untuk mencetak kartu pun yang harganya relatif cukup terjangkau tidak saya lakukan
4. saya tidak peka terhadap kebutuhan bisnis saya
5. saya tidak sanggup membuat kartu nama

jadi, segera Anda luangkan segenap waktu dan anggaran untuk hal ini.

beberapa tautan menarik berhubungan dengan topik ini:
kartu nama 1
kartu nama 2
business card

Managing Director vs Chief Executive Officer

Ada suatu iklan yang memicu saya untuk melirik perbedaan istilah antara keduanya.

Istilah tersebut adalah:

Managing Director (MD) dan Chief Executive Officer (CEO).

Penelusuran membawa saya kepada kesimpulan kiblat bahasa Inggris: UK English versus US English.

Managing Director (MD) berkiblat pada bahasa Inggris UK atau Inggris Raya alias negaranya Ratu Elizabeth sementara Chief Executive Officer (CEO) berkiblat pada bahasa Inggris US atau Amerika Serikat negaranya Barrack Obama.

Tidak heran memang, dewasa ini serangan dari Inggris dan Amerika Serikat begitu besar sehingga peristilahan pun punya peran.

Untuk istilah ini, saya lebih condong ke Managing Director.

Dengan perbandingan via Google kita lihat statistik untuk kedua istilah tersebut:

“Managing Director” menghasilkan: “About 21,800,000 results (0.15 seconds) “
sementara
“Chief Executive Officer”
menghasilkan: “About 20,900,000 results (0.17 seconds)”.

Berarti untuk sementara pilihan saya tidak meleset, tapi tentunya data hasil pencarian bisa berubah tergantung seberapa banyak orang memilih istilah di antara keduanya.

Saya kutip suatu pernyataan yang menggugah:

“A language becomes an international language for one chief reason: the political power of its people – especially their military power”

Kita lihat saja nanti.

Rujukan:

Wiki: Managing Director
Wiki: Chief Executive Director

Rujukan 3
Rujukan 4

Rujukan 5
Rujukan 6

Pencinta atau pecinta

Kamus Alan Stevens memasukkan entri atau lema pencinta dan pecinta menjadi satu dan itu dalam bahasa Inggris adalah lover.

Namun, bila Anda seorang reviewer atau setidaknya editor aka penyunting, maka Anda harus bisa membedakan bahwa

kata “pecinta”, berdasarkan pola pembentukan, maknanya adalah orang yg bercinta

Dan, dapat membedakan secara eksplisit bahwa keduanya berbeda makna:

“Pecinta = orang yg bercinta; pencinta = orang yang mencintai”

Survei (popularitas), yang dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2010, lewat mesin pencari Google, pecinta mendapat skor:
“About 1,320,000 results (0.16 seconds)”

Sementara pencinta:
“About 1,050,000 results (0.20 seconds)”

Namun, bila otoritas telah berbicara (KBBI) pecinta akan kalah, dan yang ada adalah pencinta.

Tapi, apalah arti sebuah nama (terjemahan asal-asalan dari “what’s in a name“).

Dan, mungkin Anda adalah: “
I’m A Lover Not A Fighter

Jadi, marilah kita nikmati yang berikut ini saja daripada pusing-pusing:

Video youtube.com