Leasing – Sewa Beli

Banyak orang Indonesia berkeyakinan bahwa jika ada sebuah kata dari bahasa Inggris dan/atau bahasa asing lain datang untuk hadir di Indonesia setidaknya kata atau konsep tersebut mengalami sebuah proses pengindonesiaan, menjalani pengalamian ke bahasa Indonesia. Istilah ini bisa juga kita sebut pelokalan (localization) yang berasal dari kata dasar lokal.

Caranya dapat berupa sebuah padanan kata dari bahasa Indonesia yang memang telah ada, atau dipungut dari kata-kata yang berasal dari bahasa daerah di Nusantara (kata menarik lain untuk sebutan negeri ini, Indonesia).

Atau bahkan kata asing tersebut dilafalkan dalam ejaan bahasa Indonesia. Dan, kemungkinan terakhir dapat berupa pemungutan atau penyerapan kata dari asalnya tanpa perubahan sama sekali.

Buy/rent-beli/sewa;
download/upload-unduh/unggah;
apple/computer-apel/komputer;
radio/robot-radio/robot.

Ada sebuah kata dari bahasa Inggris yaitu: leasing yang bermakna: “An agreement that permits one party (the lessee) to use property owned by another party (the lessor). The lease, which may be written either for a short term or for a long term, often results in tax benefits to both parties.”

Dari sumber berikut leasing berarti: “perjanjian penyediaan barang modal, baik secara sewa-guna usaha tanpa hak opsi…”

Intinya adalah sebuah perjanjian atau “an agreement” yang tentunya ada konsekuensi hukum.

Kata “leasing” berasal dari kata “lease” yang berarti “a contract renting land, buildings, etc., to another; a contract or instrument conveying property to another for a specified period or for a period determinable at the will of either lessor or lessee in consideration of rent or other compensation. ”

Kata yang di atas ini berkelas kata nomina.

Untuk makna yang berkelas kata verba, sinonim “lease” adalah: “charter, hire, let, loan, rent out, sublease, sublet”.

Dari keterangan di atas sebenarnya sudah ada yang memadankan kata leasing dengan istilah “sewa guna usaha”.

Dari segi pemadanan kata ke bahasa Indonesia kata leasing adalah satu kata sementara kata tersebut dalam bahasa Indonesia memerlukan tiga kata.

Ada baiknya, perlu memungut kata daripada memadankan kata ini yang membawa kita kepada sebuah pertanyaan apa bedanya sewa guna usaha dengan sewa?

Untuk menjawab pertanyaan di atas ada baiknya membaca tautan berikut ini.

Further reading 1

Further reading 2
Further reading 3
Bacaan lanjutan 1
Bacaan lanjutan 2

Reserse (rechercheur)

Reserse berkelas kata nomina dan memiliki arti:
re·ser·se /resérse/ n polisi yg bertugas mencari informasi yg rahasia; polisi rahasia;

Dalam kamus Alan Stevens, reserse berkonotasi sebuah nomina yang berhubungan dengan polisi atau “criminal investigation department”. Jika ditambah kata “seorang” maka lema ini bermakna “plain clothesman or detective”.

Saya rasa kata “reserse” ini dipungut dari kata asalnya yang berbahasa Belanda: “rechercheur”
“seorang perwira polisi yang melakukan investigasi kejahatan” – a police officer who investigates crimes.

Dan, Google Translate (sebuah penerjemahan berbasis mesin), mengatakan “police detective” sebagai “rechercheur bij de politie”.

Jadi, adakalanya kata yang dipungut dalam bahasa Indonesia tidak melulu dari bahasa Inggris. Namun, dengan derasnya pengaruh dari Amerika Serikat (AS) yang berbahasa Inggris (dalam hal ini saya mengatakan demikian karena Google adalah simbol AS dengan Google Translate) maka reserse mengalami perubahan ke arah polisi detektif. Setidaknya pengaruh si Google ini.

Tapi, kata reserse sudah melekat pada institusi negara, yakni institusi kepolisian, saya harap kata reserse tetap dipakai. Tapi siapa tahu kata reserse dapat berganti menjadi polisi detektif jika institusi kepolisian menyerapnya dari asal kata “police detective”.

Kita lihat saya nanti.