Gula-gula

Arti gula-gula menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:

gu·la-gu·la n 1 penganan yg dibuat dr gula; permen; 2 cak ki segala yg menyenangkan hati; 3 cak ki perempuan yg diperlakukan untuk bersenang-senang; gundik; 4 ki pria ataupun wanita yg diperlakukan sbg suami ataupun istri oleh lawan jenisnya tanpa ikatan perkawinan yg sah menurut adat dan hukum yg berlaku dl masyarakat;

Ada acara masak memasak atau program TV di salah satu televisi swasta dengan judul tersebut. Acara ini diasuh oleh Bara Pattiradjawane.

Pada awalnya konsep acara memang tepat. Membuat sesuatu yang berhubungan dengan makanan berbahan dengan sesuatu yang manis alias dengan memakai gula. Namun, setelah dilihat adanya animo masyarakat terhadap acara ini maka sepertinya konsep makanan yang diusung agak bergeser. Makanan yang dimasak menurut saya sudah jauh dari berbahan dasar gula.

Saat saya bertanya pada anak saya, “Acara gula-gula sudah tidak manis lagi ya?”
“Ya, sudah asin!”

Tapi mungkin begitulah. Semoga ya Bung Bara…

Semoga acara yang serupa bisa lahir kembali dengan konsep kata yang bisa lebih luas. Soalnya saya juga penggemar acara ini tapi…

Interpretasi Ala Kadarnya: Maknyus dan Top Markotop

Kedua istilah ini populer sejak Bondan Winarno, pembawa acara kuliner di salah satu TV swasta di Jakarta sering mengucapkannya untuk mengekspresikan kelezatan makanan.

Saya bukan salah satu orang yang suka menonton TV, tapi anak sayalah yang suka.

Anak saya ini seringkali menonton acara ini di TV.

Dari sini, dia sering mendengar kedua bunyi khas tersebut. Dari pengamatannya interpretasi atas kedua ujaran ini bermakna bahwa bila ada makanan yang dimakan Pak Bondan memang lezat maka keluarlah kata-kata ini. Jadi ini bisa masuk kategori kata-kata dalam peristilahan kuliner kita.

Yang menarik bagi saya adalah interpretasi yang keluar dari pemikiran anak saya, bahwa keduanya saling berurutan.

Maknyus adalah ucapan yang paling tertinggi berada dalam tataran enak atau kurang enaknya makanan.

Yang kedua, Top Markotop untuk urutan kedua dari Maknyus.

Saya hanya tersenyum mendengar jawaban anak saya ini.

Semoga anakku bisa juga memberikan makna khusus terhadap apapun yang ingin diekspresikannya.

Semoga.