Irama penerjemah lepas (freelance translator) – bekerja dari rumah atau work from home (WFH)

Seorang teman lama berkata bahwa ia tak tahan bekerja dari rumah.

Apa itu gerangan bekerja dari rumah?

‘Working from home’ (WFH) adalah bekerja mendapatkan rezeki untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan memberikan jasa kepada orang lain dari kediaman kita. Kok bisa? Ya bisa.

Tren ini cukup mencuri hati karena tidak perlu ikut “rat race” dari bangun pagi-pagi, siap-siap menuju kantor di lain tempat yang cukup jauh, serta berjam-jam di jalan baik di kendaraan umum atau pun di kendaraan pribadi.

Begitulah sekilas apa itu bekerja dari rumah.

Irama dari bekerja dari rumah adalah:

bangun pagi dan melakukan aktivitas rutin, mendekati komputer, menyalakan komputer, sarapan pagi, buka email, balas email, buka Facebook, komentar di Facebook, buka Google Reader, baca-baca artikel menyangkut industri terjemahan, mandi, minum kopi sambil makan snack ringan, mulai bekerja mengerjakan pesanan hingga makan siang, istirahat, mulai kembali bekerja sambil buka-buka rujukan via internet, istirahat “snack jam tiga”, berhenti bekerja ketika kuota telah dicapai, kembali membuka email dan Facebook, menghentikan diri, bercengkerama dengan keluarga, makan malam, buka internet kembali (jika ada email penting) nonton TV, istirahat.

Kira-kira begitulah irama kerja.

Tentu ada saatnya kita harus bertemu.

Ini tulisan sekarang agak relevan. Jadi saya posting.

Old stock – Work from Home (WFH)

Disclaimer: Photos were taken – way before – Covid-19 Pandemic, except the first one, note the “masker”.

[Reflecting] Interpreting project in Singapore 2008

Harry Hermawan in Singapore during a language project

My first language project that took me abroad, outside Indonesia was an interpreting project.

It was such an experience because the process of getting the project was a long one, it took almost six months.

This interpreting project was for a training in the restaurant industry. It took around two days.

There was another Indonesian who also worked on this, she was an Indonesian living in Singapore.

The project was simultaneous interpreting. During this project I had to use a tool. Most simultaneous interpreting usually endure this procedure.

The simultaneous interpreting was a hard process in that you had to concentrate hard to do the job. Overall, it was an extraordinary experience.

Disclaimer: Prior to Covid-19 Pandemic

Taken by OLYMPUS DIGITAL CAMERA – visit to Ikea Singapore before flying back to Jakarta

Original posting

Globalization and Localization and Translation and Holidays :)

Going global or globalization (the process by which businesses or other organizations develop international influence or start operating on an international scale) in localization (the process of making something local in character or restricting it to a particular place) requires suppliers (language providers i.e. translators) to be ready 24/7 (always awake ready to provide service) since the world never sleeps, so says some people.

Unfortunately for suppliers we tend to have to work only in our local time to cater the global time i.e. to be ready 24/7, we can say we can’t do that just yet, or we know our limitations. We need rest, sleep and even time for other things such as time with our families and even for holidays and vacation.

To best communicate this, as suppliers there’s always scheduling (providing in advance our availability). We provide our calendar of availability to show when we are available.

At Proz.com, there’s an option to do that.

Calendar option at Proz.com

And of course, there’s an old fashioned but effective way, we give our clients our time schedule per quarterly or even the whole year.

Sounds easy right, not so.

For some of our colleagues a steady work means that some would be willing to be on standby 24/7. And even go to lengths to stay up late in the local time and ready at the client’s local time (may entail a different time zones).

Sometimes my colleagues are ready to be a bat, a night owl and other creatures alike that can stay up late (in their respective time zones).

I just surrender to these habits.

I am an early riser and I need time for myself too.

So, thank you clients for understanding my needs too.

Happy Iedul Adha to clients’ and colleagues who celebrate this Holiday today 31 July 2020 or 10 Dhu’l Hijjah 1441 H.

10 Dhu’l Hijjah 1441 H

And I respect you all.

Have a great weekend too.

Enjoying my holiday time so Monday will be a more productive time again.

Yes!

Juru Bahasa – Pasangan Bahasa EN – ID

Penerjemah Indonesia Harry Hermawan

Sebagai juru bahasa pasangan Bahasa Inggris Bahasa Indonesia atau jurbah EN-ID, terkadang di saat seperti ini yakni waktu pandemi, kami diharuskan bekerja dari kenyamanan kediaman. Atau istilah populer-nya WFH work from home.

Seiring dengan kondisi normal baru atau new normal, kami pun dituntut untuk kembali bekerja secara langsung di lokasi acara.

Dengan demikian berarti pula risiko yang harus dihadapi cukup lumayan tinggi. Tentu, semua dapat diatasi dengan persiapan yang baik.

Berikut beberapa persiapan yang mungkin dapat digunakan:

Hand-sanitiser

Harry Hermawan Handsanitiser – Dettol and Antis

Face Mask

Harry Hermawan Face-Mask

Face Shield

Harry Hermawan Face-Shield

Selain itu ada lagi yang dapat membantu produktivitas kami sebagai profesional di bidang juru bahasa profesional.

Tools – medium.com

Juga, untuk membantu kami tetap tenang – tentu secangkir kopi dengan gula akan sangat membantu.

As they say coffee with sugar do helps.

As know you – sugar rocks!

Harry Hermawan Sugar Rocks Gula Batu

Jaga jarak agar tetap aman rekan-rekan.

Stays safe colleagues.


Cheers,

Harry Hermawan

Juru Bahasa Harry Hermawan
SDL Trados Studio 2021 – For indonesia check http://www.indo-lingo.com
http://www.indo-lingo.com

https://www.sdl.com/partners/language-solutions/indo-lingo.html

Cari jasa penerjemah via Google Search

Di era modern yang semua serba internet, mudah melakukan pencarian. Misalnya kita ingin cari jasa penerjemah. Tinggal cari di Google Search, dan mesin pencari ini akan menelusuri pencarian penerjemah yang dicari.

Kata kunci yang kita perlukan mungkin seperti ini:

“Cari jasa penerjemah” lalu kata-kata tersebut dimasukkan ke dalam Google Search, lalu mesin pencari ini akan memudahkan Anda untuk menemukan jasa penerjemah yang diinginkan.

Atau ada kata lain misalnya: “Cari penterjemah bahasa inggris”. Atau kata lain yang ada kata-kata yang berhubungan dengan penerjemahan bahasa inggris, misalnya selain penterjemah bahasa inggris, bisa juga digunakan penerjemah bahasa inggris.

Yang penting buat kita adalah mencari dengan kata-kata yang ada dalam benak kita.

Selamat mencari.

 

Selfie

According to urbandictionary.com ‘selfie’ is defined as:

“A picture taken of yourself that is planned to be uploaded to Facebook, Myspace or any other sort of social networking website. You can usually see the person’s arm holding out the camera in which case you can clearly tell that this person does not have any friends to take pictures of them so they resort to Myspace to find internet friends and post pictures of themselves, taken by themselves. A selfie is usually accompanied by a kissy face or the individual looking in a direction that is not towards the camera. ”

The topic selfie had a trending topic in the Internet world especially in Indonesia.
selfie1
Here are some more definition of the word selfie.
A photograph that one has taken of oneself, typically one taken with a smartphone or webcam and shared via social media:
occasional selfies are acceptable, but posting a new picture of yourself every day isn’t necessary

More example sentences:
– She then tweeted a “selfie” that shows her clearly wearing make-up.
– This is all well and good in the privacy of one’s home, but when he decided to take a selfie on stage at Madison Square Garden last night, things got a little out of hand.
– You can always take a ‘selfie’ with the wall of famous faces who have stayed at the hotel.

The site merriam-webster.com added a note:
First Known Use of SELFIE
2002

Another website Dictionary.com noted the origin a litte bit later:
Origin
2005-2010
2005-10; self + -ie

I guess as an individual whose work environment involves the topic above, it is a sure way of triggering the making of an article. And, as a translator in the language pair of English to Indonesian, who resides in Jakarta, this “selfie” is indeed an interesting and stimulating phenomenon on the mind.

Well, I feel that for some people, when they’re taking selfies at least now, they will have a sense of what ‘selfie’ really means now.

Keputusan: memilih yang tepat, akurat, pas, cocok, tidak melenceng dan sesuai target

Setiap manusia di suatu saat dihadapkan oleh pilihan dan ketika waktu itu tiba, produk akhir proses memilih adalah sebuah keputusan tidak terkecuali seorang penerjemah dalam hal ini tentu sebagai penerjemah Indonesia (dengan pasangan bahasa Indonesia Inggris), saya pun dihadapkan oleh sebuah pilihan yang pada akhirnya adalah sebuah keputusan.

Kapan sebuah keputusan yang dimaksud itu ada di depan saya? Ya, tentu saat saya mengerjakan sebuah projek editing atau saat menyunting dan bahkan saat melakukan tugas penerjemahan. Keputusan tersebut muncul ketika harus memilih mana yang tepat digunakan sebagai istilah dari suatu kata sumber yang akurat, pas, sesuai konteks dalam bahasa target.

KBBI
KBBI

Nah, pertimbangannya ada banyak – beberapa-lah – pertimbangan tersebut adalah – :satu) popularitas  :kedua) sumber rujukan kata dalam hal ini “the bible” lah atau Kitab-nya para penerjemah bahasa Indonesia yakni KBBI aka (alias), dari mana ini ya aka… aduh kok melenceng… – Kamus Besar Bahasa Indonesia dan biasanya :ketiga) adalah dari pengguna jasa terjemahan atau editing saya.

AKA - Also Known As
AKA – Also Known As


Ada sebuah pedoman bijak bahwa setiap manusia itu adalah pemimpin dan salah satu syarat pemimpin adalah dapat memutuskan dari adanya beberapa pilihan. Jadi, kita semua adalah pemimpin ya. 🙂


aka dari penelusuran via Google search
aka dari penelusuran via Google search

Bahasan kesatu: popularitas. Biasanya saya menggunakan jasa Google Search. Yakni dengan mengetikkan kata yang dipersoalkan ke dalam kotak dan setelah itu muncul hasil dari penelusuran saya. Ada sebuah angka yang memberikan indikasi kepada saya seberapa banyak kata yang saya cari itu banyak digunakan orang. Setidaknya di jagat maya ini.

Kedua: sumber rujukan KBBI versi online aka daring atau offline alias luring. Biasanya untuk yang luring atau yang fisik atau berbentuk kitab cetak ada baiknya menggunakan yang paling terkini edisinya. Tapi untuk yang daring alias online hal ini tidak demikian, alasannya adalah karena masalah hak cipta untuk pangkalan datanya (database). Jadi, silakan dipilih mana yang memuaskan hasrat Anda.

Ketiga: pengguna atau klien aka the customer adalah raja.

The Customer is King

“A corporate cliche meaning that the direction of a business is ultimately determined by its customers. The business is compelled to sell products and services that customers want/need, at a price they are willing to pay, and provide an acceptable level of service, otherwise customers will look elsewhere and they will not make money.”

Ada bagusnya kita tahu dan paham siapa pelanggan alias customer kita.

Itu kira-kira tiga pertimbangan yang biasanya terjadi pada diri saya. Apakah itu juga terjadi pada diri Anda?

Wajah Baru – Agustus 2014

Seiring dengan adanya waktu luang di luar kesibukan sebagai penerjemah (penerjemah dan juru bahasa, juga editor) saya meluangkan waktu untuk belajar kembali.

Salah satu keutamaan seorang profesional menurut saya adalah kesungguhannya untuk terus belajar, memperbaiki kemampuan yang sudah dimiliki sehingga menjadi lebih baik lagi – klise. Begitulah.

Saat ini saya berkesempatan untuk membenahi situs web saya ini. Tujuan utamanya adalah selain karena adanya waktu luang, saat ini jika seseorang sedang “online”, tidak melulu di depan desktopnya atau laptopnya.

Bisa saja mereka melihat berita terbaru ataupun mencari berita gosip melalui perangkat bergeraknya, baik itu tablet semisal iPad, ataupun melalui perangkat seluler berplatform iOS maupun Android.

Seiring dengan kondisi ini, saya tentunya berpikir apakah situs web saya bisa dilihat melalui perangkat selain yang konvensional yakni selain dari desktop atau pun laptop?

Menurut berita ini, tentu beralasan jika saya harus membenahi situs saya.

Bagaimana dengan Anda?

Beranda

Create your online store and start selling. Try it free at Weebly.com!

Cari Penerjemah Inggris Indonesia – Google Siap Membantu

Apabila Anda sedang mencari penerjemah Inggris Indonesia, tidaklah sulit saat ini. Dengan mesin pencari bernama Google, Anda akan mudah mendapatkannya.

Kata kunci: "Cari Penerjemah Inggris Indonesia"
Kata kunci: “Cari Penerjemah Inggris Indonesia”

Diperlukan kata kunci yang tepat: “Cari Penerjemah Inggris Indonesia” dan Anda akan mendapatkan yang Anda cari. Tentu ada beberapa langkah lagi sebelum Anda mendapatkannya yakni menghubungi yang Anda butuhkan via email, SMS, atau menghubungi via telepon yang Anda cari.

Selain itu Anda perlu menjelaskan apa yang Anda cari apakah penerjemah atau juru bahasa (atau dengan kata lain apa seorang translator ataukah interpreter) dan menjelaskan kebutuhan Anda.

Setelah proses ini, saya rasa akan mudah. Selamat mencari.

Peralatan Penerjemah “Tools of the trade”

Sudah lama saya tidak menulis, dan kali ini terlintas di pikiran saya mengenai peralatan seorang penerjemah profesional.

Sebagai seorang penerjemah profesional, Anda dituntut untuk memiliki peralatan yang memadai. Hal ini dapat diterjemahkan sebagai memiliki peralatan yang terbaik.

Bagi seorang profesional, di dalam bidang apa pun termasuk penerjemahan, mengeluarkan biaya untuk peralatan tentu ada perhitungannya. Jika Anda baru memulai tentunya juga pertimbangkan peralatan yang sesuai dengan kantong Anda. Dan bagi seorang penerjemah profesional yang sudah malang melintang, peralatan yang terbaik adalah sebuah keharusan.

Peralatan pertama bagi penerjemah profesional tentunya adalah sebuah komputer, baik itu sebuah Desktop atau pun Notebook/Laptop, maka Anda pasti perlu juga pertimbangan lain. Dalam hal ini tentu spesifikasi komputer yang Anda perlukan.

Bagi yang mobilitas tinggi saya sarankan komputer jinjing yang Anda perlukan atau sebuah Notebook atau Laptop.

Ada banyak merek, dan jenis yang ada. Yang perlu Anda pertimbangkan adalah anggaran dan keperluan Anda dalam melakukan penerjemahan.

Jika Anda hanya terbiasa menerjemahkan dengan Microsoft Word dan keluarganya, saya rasa Anda cukup memiliki spesifikasi yang tidak terlalu tinggi. Tidak terlalu tinggi bukan berarti murmer alias murah meriah, karena ada kalanya Anda akan meningkatkan diri dalam peralatan atau dengan kata lain upgrade.

Penerjemah Indonesia – Menjadi seorang profesional

Sebagai penerjemah profesional, sebuah kata asing, mungkin, saya selalu punya pandangan positif aka selalu berupaya untuk optimistik. Dalam tulisan saya kali ini saya ingin berkata-kata positif sebagai penerjemah.

Mengapa optimistik dan berupaya berkata-kata positif?

Sebagai penerjemah Indonesia, dan seseorang yang berprofesi sebagai penerjemah profesional, saya ingin optimisme saya menular kepada siapapun. Maka dari itu pancaran keoptismismean saya ini saya tuangkan dalam tulisan ini.

Sebagai seorang penerjemah profesional, saya ingin 2013 menjadi tahun yang baik bagi saya. Tentu untuk dapat melihat hal ini tahun 2012 juga perlu saya jadikan rujukan untuk melangkah ke 2013 dengan optimisme yang tinggi.

Mari kita longok dulu video ini dari Youtube.com.

HOME

Refleksi akhir tahun 2012

Bulan Desember dalam penanggalan Masehi adalah bulan terakhir. Lazim dalam hal ini adalah refleksi akhir tahun. Mengapa? Ya untuk mengukur dan mencari kebaikan dan ketidakbaikan yang telah dilakukan agar ketidakbaikan dapat menjadi baik dan kebaikan menjadi lebih baik lagi.

Umumnya juga menjelang periode baru ada rencana-rencana baru yang dipaparkan untuk diimplementasikan. Cara terbaik perencanaan ini adalah dengan mencari panutan. Panutan bisa dipadupadankan dari beberapa narasumber.

Mengenai panutan ini di bidang penerjemahan kian banyak yang dapat dijadikan contoh. Asal kita dapat mencari dan memilih yang kita anggap dapat dijadikan model terbaik.

Jadi, akhir tahun ini mari kita lakukan pencerminan, perencanaan dan penelusuran model agar menjadi lebih baik.

Sebagai penerjemah profesional, dan juga sebagai juru bahasa profesional, aktivitas semacam ini dapat kita lakukan demi memperbaiki profesi kita bersama. Mari menjadi lebih baik dan berbagi.

Mari!

Lydia Callis – Bintang Juru Bahasa Isyarat Kota New York

Siapa tak kenal Michael Bloomberg. Selain pengusaha ia juga walikota New York. Sebagai pejabat publik Bloomberg juga mempekerjakan juru bahasa, terutama untuk mempermudah penyebaran informasi, tak terkecuali mempekerjakan juru bahasa isyarat.

Juru bahasa isyarat yang dipekerjakan adalah Lydia Callis.

Berikut adalah profil tentang dirinya di youtube.

Source

Semoga di Indonesia juga ada apresiasi yang sama tentang profesi yang masih “gelap” ini.

Ahli ilmu bahasa aka linguis – Linguist

Per definisi dalam KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, linguis adalah

ahli ilmu bahasa, ahli linguistik.

Menyebut diri sebagai penerjemah kadang mau tapi terkendala dengan sebuah pertanyaan: berapa banyak bahasa yang dikuasai?

Jadi, istilah linguis lebih saya senangi untuk menyebut diri, tetapi terkadang juga agak berat menamai diri sebagai seseorang yang “ahli”.

Namun tulisan yang di bawah ini membuat hati saya agak lega. Saya ambil yang di bawah ini dari buku David Crystal.

Being a linguist – “Just A Phrase I’m Going Through: My Life in Language” by David Crystal

Saya bisa ‘ngeles’ seperti penjelasan di atas bahwa cukup hanya dengan menguasai satu bahasa seseorang bisa menyebut diri sebagai linguis.

Tapi, seandainya saya bisa menguasai bahasa-bahasa asing selain bahasa Inggris, atau bahasa yang lain tentu saya ingin sekali melakukannya. Beberapa bahasa lain yang ingin saya pelajari adalah Bahasa Arab, Bahasa Prancis, Bahasa Jerman, dan mungkin Bahasa Spanyol.

Doakan saja, semoga saya diberikan energi untuk terus belajar bahasa dan menguasai lebih dari satu bahasa asing.

Kartu anggota Himpunan Penerjemah Indonesia

Sebagai profesional yang bergerak di bidang kebahasaan, tepatnya sebagai Penerjemah Indonesia pasangan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, akan sangat baik jika kita tidak sendirian.
Ketidaksendirian ini ditampung dalam wadah bernama Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI).

Dalam mewujudkan ikatan keanggotaan ini HPI mengeluarkan kartu keanggotaan.

Di bawah ini adalah wujud keanggotaan tersebut.

Tentu ada lagi wujud ikatan keanggotaan para pengikut dalam himpunan ini yakni partisipasi aktif dalam kegiatannya yang rutin diadakan oleh pengurus.

Mari sebagai penerjemah profesional kita saling merangkul bersatu agar profesi semakin diperhitungkan oleh masyarakat luas.

Lanjutkan!

‘Venue’, Gelanggang, atau Arena?

Setiap pagi rutinitas saya adalah membaca berita dari koran atau lewat penelusuran di Internet.
Saya menemukan berita tentang SEA Games.

Berikut berita yang saya maksud.

Saya merasa ‘venue’ adalah bahasa Inggris, setidaknya jika belum ‘resmi’ dianggap sebagai bahasa Indonesia, penulisannya dalam bentuk ‘italics’ atau dimiringkan. Saya ingin memastikan, lalu saya coba mencari kata tersebut.

Lema atau entri ‘venue’ saya coba cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia lewat ‘online’. Tapi, tidak saya dapatkan.

Kemudian, saya masukkan entri ini ke dalam dictionary.reference.com, saya dapatkan yang berikut

Saya coba tesaurusnya, saya dapatkan yang berikut ini:

Tapi yang paling membuat hati lega adalah tautan ini

Saya sependapat dengan penulis.

Jadi, kita punya tiga pilihan untuk menyebut tempat berlangsungnya suatu pertandingan: ‘venue’, gelanggang, atau arena, tergantung mau bergaya barat atau lebih berwarna Indonesia.

Suka-suka bukan? Ya, donk

Skrill (WAS moneybookers)

Siapa tak kenal dia…

moneybookers.com sekarang beralih menjadi Skrill. Tapi alamatnya masih sama. Kapan berubah total jadi skrill.com saya belum baca lebih lengkapnya. Ikuti langsung…

Ini pembayaran selain PayPal. Perubahan ke Skrill setidaknya ada tiga tahap.

Tapi semoga bagi kita, Anda (you) “nothing else changes…yet.” Semoga.

Kekerabatan (Facebook) Bahasa Indonesia

Facebook versi bahasa Indonesia perlu penyempurnaan. Kenapa? Begini, adik perempuan saya (little sister) mengirimkan “Peninjauan”, di Facebook milik saya. Saya klik dan di dalamnya terlihat berikut ini:

Ya, karena tidak ada pilihan, saya tinggalkan… dulu seingat saya pernah dibuat atau ada fitur ini tapi, mungkin dalam berbagai perubahan-perubahan fitur ini tidak masuk atau terlambat terbarukan.

Ya, saya berharap saja ini dilihat…dan diperbaiki… pesan buat Facebook, jangan cepat-cepat berubah… cape ngikutinnya…

Facebook…lanjutkan

Siri (software) vs Siri (Indonesian)

Siri on: “iPhone 4S lets you use your voice to send messages, schedule meetings, place phone calls, and more. Ask Siri to do things just by talking the way you talk. Siri understands what you say, knows what you mean, and even talks back. Siri is so easy to use and does so much, you’ll keep finding more and more ways to use it.” (More on Siri: 1, 2)

Siri according to Indonesian Monolingual Standard Dictionary (KBBI) is:

n 1 Antr sistem nilai sosiokultural kepribadian yg merupakan pranata pertahanan harga diri dan martabat manusia sbg individu dan anggota masyarakat dl masyarakat Bugis; 2 keadaan tertimpa malu atau terhina dl masyarakat Bugis dan Makassar: penikaman bermotif — meningkat di daerah itu

Google Translate help on siri’s definition (machine translation):

n 1 Antr sociocultural value system of personality who is the defense of institutions of self-esteem and human dignity as individuals and members of the Bugis community dl; 2 state affected public embarrassment or humiliation dl Bugis and Makassar: stabbing motif – an increase in the area

Check with a professional translator via this Portal for a more refined rendering.

Anyway, there is another meaning to siri that most Indonesians are aware, siri means “nikah di bawah tangan“. This has a negative meaning for some, some may see it positively, and for the other somes, this may have a neutral meaning. Who knows? I haven’t done any surveys, so I’ll let the experts or corporations do the survey, and then you’ll get the drift.

So, corporations, (I guess this software is not aimed solely for Indonesia, is it?), for Indonesia please consider naming names for our sake. Does siri aim for Indonesians? Well, I guess not. Or maybe yes? Well… I can’t make my mind up, since I haven’t got an iPhone. Do I need one? Well… I wish I had.

Kata, frasa, kalimat, wacana

Di bawah adalah beberapa kata atau sebuah daftar ringkas yang menjabarkan makna rujukan yang telah diambil dan dapat dilihat di KBBI.

kata:
ka·ta (n)
1 unsur bahasa yg diucapkan atau dituliskan yg merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yg dapat digunakan dl berbahasa;
2 ujar; bicara;
3 Ling
a morfem atau kombinasi morfem yg oleh bahasawan dianggap sbg satuan terkecil yg dapat diujarkan sbg bentuk yg bebas;
b satuan bahasa yg dapat berdiri sendiri, terjadi dr morfem tunggal (msl batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (msl pejuang, pancasila, mahakuasa);

frasa:
fra·sa (n) Ling gabungan dua kata atau lebih yg bersifat nonpredikatif (msl gunung tinggi disebut frasa krn merupakan konstruksi nonpredikatif);

kalimat:
ka·li·mat (n)
1 kesatuan ujar yg mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan;
2 perkataan;
3 Ling satuan bahasa yg secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa;

wacana:
wa·ca·na (n)
1 komunikasi verbal; percakapan;
2 Ling keseluruhan tutur yg merupakan suatu kesatuan;
3 Ling satuan bahasa terlengkap yg direalisasikan dl bentuk karangan atau laporan utuh, spt novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah;
4 Ling kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat;
5 pertukaran ide secara verbal;

“Car Free Day” or “No Car Day”

Check the video…

What would be the best title for the video above?

1. Car Free Day or
2. No Car Day?

Which makes more sense? The first one or the second when it is meant what the video plays? To get the gist of the narration? Or the essence of the video? Which?

according to online sources:

car: –noun
1. an automobile.
2. a vehicle running on rails, as a streetcar or railroad car.

car: a road vehicle, typically with four wheels, powered by an internal-combustion engine and able to carry a small number of people:we’re going by car

car: a : a vehicle moving on wheels: as a archaic : carriage, chariot b : a vehicle designed to move on rails (as of a railroad) c : automobile

as for “free” click on the three links to see more elaboration…
free (Merriam-Webster)
free (dictionary.com)
free (Oxford Dictionary)

So, your best answer for the title of the video?
Answer: one. Makes sense right, if title one is chosen.

I guess the people who came up with the phrase “Car Free Day” should look and think again, maybe to the East i.e. China. And, paraphrase it to “No Car Day” if the meaning or what is being put forward is not what has been nicely put into moving picture as above. Well, maybe not just the East, maybe common sense would do here.

As for Bahasa Indonesia, would we still use “Car Free Day” and “Hari Bebas Kendaraan” or “No Car Day” and “Hari Tanpa Kendaraan”?

Antara News : “Car Free Day” Jakarta Jadi Dua Kali Sebulan
Lahirnya Kebiasaan Baru Warga Kota – KOMPAS.com
Tempointeraktif.Com – Jadwal Hari Bebas Kendaraan Bermotor Tahun 2011

We know the answer, right?

Dwell on it.

Penerjemahan Kini

Penerjemahan kini telah menjadi sebuah lahan yang menarik bagi mereka yang terlanjur cinta dengan kebahasaan.

Dengan asosiasi bernama Himpunan Penerjemah Indonesia, sebagai wadah resmi dan Bahtera yang informal, sektor ini yang dapat dikatakan masuk ranah layanan, mendapat tempat di hati dan kantong masyarakat.

Di hati, semakin banyak individu yang berminat, terjun dan berkecimpung di dalamnya, serta bersusah dan bersenang di sini. Kantong: banyak dari para penerjemah ini yang telah mengglobal dan mendapatkan imbal untuk membuat dapur tetap mengepul alias mendapatkan pemasukan yang cukup memadai. Bahkan ada berita seorang penerjemah dapat membeli sebuah mobil keluarga mungil yang baik secara kontan dari menangani satu proyek penerjemahan. Bayangkan!

Ini bukan isapan jempol belakang. Lagi-lagi ada berita yang dapat dipercaya, hasil dari berkecimpung di dunia ini seorang penerjemah profesional dapat membeli rumah kedua.

Ada berbagai faktor yang dapat membuat bidang ini cukup berkembang yakni para individu yang dengan motto asih, asah, asuh membuat individu-individu cemerlang lain datang untuk turut membantu membesarkan dan memberikan makna lebih tinggi bagi bidang ini. Ibarat gula yang dikerubungi semut-semut, industri, kalau boleh dikatakan demikian, juga wujud karena besarnya pasar di Indonesia bagi produk global.

Demikian juga dahsyatnya internet, peran Google turut juga berkontribusi terhadap berkembangan penerjemahan atau istilah lainya localization alias lokalisasi (bagusnya pelokalan karena lokalisasi sudah mendapat tempat sebagai makna lain).

Bagaimanapun juga, cerita singkat dan non-akademik ini dapat membukakan pintu di hati dan pikiran semua yang berkepentingan.

Semoga.

‘Night and Day’ – Malam dan Siang

Ada sebuah paradigma yang kurang lebih berbunyi seperti ini, “malam…tidur untuk istirahat” dan “siang untuk bangun berusaha”.

Tentu, kaidah ini bagi sebagian kurang mengena, tapi bagi saya ini justru sangat mengena.

Tubuh kita ini ada batasnya. Pada umumnya, siang hari di mana pun di dunia ini, penerangan dari matahari membuat tubuh berfungsi sesuai batasnya. Tubuh yang memiliki mata, dan panca indera dapat difungsikan dengan baik untuk beraktivitas untuk bangun dan berusaha.

Sebagai penerjemah yang mengglobal, yakni klien dan pelanggannya berada di luar Indonesia, batas waktu terkadang menggoda diri untuk memaksa batas tubuh melayani permintaan.

Dengan kata lain, apabila kita di Indonesia sudah mencapai waktu malam hari, di belahan lain di dunia, kegiatan untuk berusaha baru saja dimulai, tentu konsekuensinya, terkadang kita harus memiliki jam biologis dengan irama klien atau pelanggan. Dan paradigma tersebut harus kita kompromikan, untuk beberapa kali mungkin bisa ditolerir.

Namun, untuk selamanya tubuh berfungsi, saya sangsi. Jangan paksakan.

Formula ini mungkin akan pas untuk mereka yang baru memulai. Ada istilah “mengalong” menjadi kalong, di kalangan para penerjemah. Menjaga gawang demi sesuap nasi dengan mengalong di malam hari, menanti permintaan dan mengatasinya dengan pasokan di malam hari juga. Ini perlu dicoba untuk bisa menggulirkan karier di bidang ini. Tapi, tuntutan tubuh juga perlu diperhatikan.

Semoga paradigma yang abadi ini bisa kita implementasikan dalam menjalankan kegiatan berusaha ini.

Mari!

Gula-gula

Arti gula-gula menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:

gu·la-gu·la n 1 penganan yg dibuat dr gula; permen; 2 cak ki segala yg menyenangkan hati; 3 cak ki perempuan yg diperlakukan untuk bersenang-senang; gundik; 4 ki pria ataupun wanita yg diperlakukan sbg suami ataupun istri oleh lawan jenisnya tanpa ikatan perkawinan yg sah menurut adat dan hukum yg berlaku dl masyarakat;

Ada acara masak memasak atau program TV di salah satu televisi swasta dengan judul tersebut. Acara ini diasuh oleh Bara Pattiradjawane.

Pada awalnya konsep acara memang tepat. Membuat sesuatu yang berhubungan dengan makanan berbahan dengan sesuatu yang manis alias dengan memakai gula. Namun, setelah dilihat adanya animo masyarakat terhadap acara ini maka sepertinya konsep makanan yang diusung agak bergeser. Makanan yang dimasak menurut saya sudah jauh dari berbahan dasar gula.

Saat saya bertanya pada anak saya, “Acara gula-gula sudah tidak manis lagi ya?”
“Ya, sudah asin!”

Tapi mungkin begitulah. Semoga ya Bung Bara…

Semoga acara yang serupa bisa lahir kembali dengan konsep kata yang bisa lebih luas. Soalnya saya juga penggemar acara ini tapi…