Globalization and Localization and Translation and Holidays :)

Going global or globalization (the process by which businesses or other organizations develop international influence or start operating on an international scale) in localization (the process of making something local in character or restricting it to a particular place) requires suppliers (language providers i.e. translators) to be ready 24/7 (always awake ready to provide service) since the world never sleeps, so says some people.

Unfortunately for suppliers we tend to have to work only in our local time to cater the global time i.e. to be ready 24/7, we can say we can’t do that just yet, or we know our limitations. We need rest, sleep and even time for other things such as time with our families and even for holidays and vacation.

To best communicate this, as suppliers there’s always scheduling (providing in advance our availability). We provide our calendar of availability to show when we are available.

At Proz.com, there’s an option to do that.

Calendar option at Proz.com

And of course, there’s an old fashioned but effective way, we give our clients our time schedule per quarterly or even the whole year.

Sounds easy right, not so.

For some of our colleagues a steady work means that some would be willing to be on standby 24/7. And even go to lengths to stay up late in the local time and ready at the client’s local time (may entail a different time zones).

Sometimes my colleagues are ready to be a bat, a night owl and other creatures alike that can stay up late (in their respective time zones).

I just surrender to these habits.

I am an early riser and I need time for myself too.

So, thank you clients for understanding my needs too.

Happy Iedul Adha to clients’ and colleagues who celebrate this Holiday today 31 July 2020 or 10 Dhu’l Hijjah 1441 H.

10 Dhu’l Hijjah 1441 H

And I respect you all.

Have a great weekend too.

Enjoying my holiday time so Monday will be a more productive time again.

Yes!

‘Night and Day’ – Malam dan Siang

Ada sebuah paradigma yang kurang lebih berbunyi seperti ini, “malam…tidur untuk istirahat” dan “siang untuk bangun berusaha”.

Tentu, kaidah ini bagi sebagian kurang mengena, tapi bagi saya ini justru sangat mengena.

Tubuh kita ini ada batasnya. Pada umumnya, siang hari di mana pun di dunia ini, penerangan dari matahari membuat tubuh berfungsi sesuai batasnya. Tubuh yang memiliki mata, dan panca indera dapat difungsikan dengan baik untuk beraktivitas untuk bangun dan berusaha.

Sebagai penerjemah yang mengglobal, yakni klien dan pelanggannya berada di luar Indonesia, batas waktu terkadang menggoda diri untuk memaksa batas tubuh melayani permintaan.

Dengan kata lain, apabila kita di Indonesia sudah mencapai waktu malam hari, di belahan lain di dunia, kegiatan untuk berusaha baru saja dimulai, tentu konsekuensinya, terkadang kita harus memiliki jam biologis dengan irama klien atau pelanggan. Dan paradigma tersebut harus kita kompromikan, untuk beberapa kali mungkin bisa ditolerir.

Namun, untuk selamanya tubuh berfungsi, saya sangsi. Jangan paksakan.

Formula ini mungkin akan pas untuk mereka yang baru memulai. Ada istilah “mengalong” menjadi kalong, di kalangan para penerjemah. Menjaga gawang demi sesuap nasi dengan mengalong di malam hari, menanti permintaan dan mengatasinya dengan pasokan di malam hari juga. Ini perlu dicoba untuk bisa menggulirkan karier di bidang ini. Tapi, tuntutan tubuh juga perlu diperhatikan.

Semoga paradigma yang abadi ini bisa kita implementasikan dalam menjalankan kegiatan berusaha ini.

Mari!